Rabu, 02 November 2011

dislipidemia

PENDAHULUAN
 Latar Belakang
Penyakit Dislipidemia mungkin sangat jarang di temukan ataupun didengar. Namun penyakit ini juga dapat membunuh jika tidak di perhatikan pengendaliannya, karena Penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab jantung coroner, gagal ginjal, bahkan stroke yang cukup terkenal dan tak asing lagi di telinga kita.

 Rumusan Masalah
Apa Sih Dislipidemia Yang Ada di Hasil MCU?
Penyebab Dislipidemia
Pengendalian Dislipidemia
Diet
Indikasi pemberian diet

 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan serta menambah wawasan dalam penerapan ilmu gizi dalam kehidupan bermasyarakat nantinya. Agar penyakit yang terus berkembang ini dapat dikurangi dalam penyebarannya.
 Manfaat Penulisan
Membantu masyarakat untuk lebih mengenal Dislipidemia serta hal-hal apa yang harus di hindari serta dijalani agar penyakit ini dapat berkurang










PEMBAHASAN

Bagi orang memperhatikan kesehatan, biasanya melakukan Medical Check Up (MCU) minimum setahun sekali. Kita sebagai orang awam terkadang kurang paham istilah kedokteran yang tertulis dalam hasil MCU.
Dislipidemia adalah gangguan kesehatan akibat kelainan lemak dalam darah.
Keadaan ini bisa menimbulkan timbunan kolesterol (plak) pada dinding pembuluh darah yang disebut ateroma. Ateroma menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang dinamakan aterosklerosis. Kalau penyempitan ini terjadi di pembuluh darah jantung akan menyebabkan jantung koroner, bila terjadi di ginjal akan menyebabkan gagal ginjal dan bila terjadi di otak akan menyebabkan stroke. HDL kolesterol disebut lemak yang baik karena jenis ini berperan mengangkut kolesterol yang tercecer pada dinding pembuluh darah dan dibawa kembali ke hati. Dengan kata lain HDL kolesterol mencegah terjadinya aterosklerosis sehingga tidak terjadi penyakit jantung koroner.


Definisi Dislipidemia
Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan pe¬ning¬katan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Dislipidemia mengacu pada kondisi di mana terjadi abnormalitas profil lipid dalam plasma.
Beberapa kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida (TG), serta penurunan kolesterol HDL. Berbagai perubahan profil lipid tersebut saling terkait satu dengan lain sehingga tidak dapat dibicarakan sendiri-sendiri.
Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko utama aterosklerosis dan penyakit jantun¬g koroner. Dislipidemia adalah salah satu komponen dalam trias sindrom meta¬boli¬k selain diabetes dan hipertensi.

Apa Bedanya Jenis Kolesterol-Kolesterol Itu?
Trigliserida adalah bentuk penumpukan lemak makanan atau hasil perubahan unsur-unsur energi yang berlebihan di dalam tubuh.
Kolesterol LDL adalah bentuk lemak darah yang berpotensi menyebabkan terjadinya penyumbatan dan pengendapan di arteri (atherosklerosis) yang berujung penyakit jantung koroner.
Kolesterol HDL adalah bentuk lemak darah yang bekerja berlawanan dengan kolesterol LDL.
Aspek Biokimia Lipid
Lipid merupakan substansi yang bersifat hidrofobik. Artinya, dalam keadaan normal tanpa molekul pengikat, lipid tidak dapat larut dalam plasma darah. Agar lipid dapat larut dalam darah, lipid berikatan dengan apolipoprotein membentuk lipoprotein. Pemahaman tentang apolipoprotein dan lipoprotein penting karena berperan dalam patofisiologi tipe-tipe dislipidemia tertentu.

Penyebab Dislipidemia
Dislipidemia dapat terjadi akibat faktor asupan (intake) lemak yang tinggi dan adanya faktor keturunan / riwayat penyakit keluarga, alkohol, hormon estrogen, dan obat-obatan.



Pada wanita, saat usia menopause akan meningkat resiko dislipidemianya lebih tinggi.
Asupan lemak total berkaitan dengan kegemukan (berat badan berlebih). Untuk mengetahui apakah anda kegemukan atau tidak gunakan rumus: BB / TB (M)2. Bila hasilnya adalah: 18.5 – 22.9 maka ia normal, bila 23 – 24.9 maka ia overweight, dan di atas 25 maka ia obesitas.

Pengendalian Dislipidemia?
Pengendalian dislipidemia utamanya menggunakan tindakan nonfarmakologis yaitu: modifikasi diet, latihan jasmani, dan pengelolaan berat badan. Ketiganya seharusnya dilakukan secara simultan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Apa Yang Harus Dilakukan?
Langkah pertama :
Menilai resiko akan penyakit jantung koroner / stroke. Faktor resiko utama yang harus dihitung adalah:
Merokok
Hipertensi
Kadar Kolesterol HDL Rendah
Umur (Laki-laki : 45 <; Perempuan: 55 <)
Riwayat Penyakit Jantung Pada Keluarga
Bila ditemukan hanya 1 faktor resiko maka disebut resiko rendah,
bila 2 atau lebih disebut resiko multiple,
bila disertai faktor-faktor lain yang terkait (ada penyakit DM, ginjal, dll) maka disebut resiko tinggi.
Langkah kedua :
Menilai dimana posisi anda saat ini:
Jika masuk kelompok resiko tinggi:
Segera lakukan perubahan gaya hidup plus tindakan non-farmakologis
LDL : 130 <; konsultasi dengan dokter anda untuk terapi obat
Jika masuk kelompok resiko multiple:
Segera lakukan perubahan gaya hidup plus tindakan non-farmakologis
LDL : 160 <; konsultasi dengan dokter anda untuk terapi obat
Jika masuk kelompok resiko rendah:
Segera lakukan perubahan gaya hidup plus tindakan non-farmakologis
LDL : 190 <; konsultasi dengan dokter anda untuk terapi obat

Aktivitas Fisik Apa Yang Cocok?
Aktifitas di sini yang paling cocok adalah yang bersifat aerobik. Untuk kegiatan sehari-hari biasakan untuk bergerak secara aktif, misalnya membiasakan menggunakan tangga untuk naik / turun lantai; membiasakan jalan kaki. Menurut American Heart Association, berjalan kaki dengan teratur akan membantu jantung mempertahankan fungsinya, dan juga membantu menahan laju osteoporosis (pada wanita).
Untuk olah raga harus benar-benar bersifat aerobik secara teratur, berselang seling antara gerak cepat dan lambat, dan berangsur-angsur meningkat. Prinsip ini disebut CRIPE (Continuous, Rhytmic, Interval, Progressive, Endurance) Exercise, yang merupakan prinsip dasar olah raga yang bersifat aerobik.
Dalam berolahraga harus diusahakan mencapai target zone, yaitu target denyut nadi yang harus dipertahankan selama olah raga tersebut. Cara menghitungnya adalah = 75 – 85% (220 – umur dalam tahun). Jadi misalnya umur 30 tahun, maka target zone nya adalah: 75 – 140 s/d 160. Latihan yang dapat dijadikan pilihan85 % (220 – 30) diantaranya jalan cepat, jogging, renang, dan bersepeda. Diperkirakan jalan kaki selama 1 jam akan membakar kalori sebanyak 120 Kcal; Joging selama 1 jam akan membakar kalori sebanyak 610 Kcal, renang per menit akan membakar sekitar 185 Kcal, sedangkan bersepeda per jam akan membakar kalori sebesar 160 Kcal.

Jenis Diet
 Bila anda memiliki nilai kolesterol tinggi, sedangkan trigliserida normal atau tinggi;
maka anda harus menghindari:
Kue-kue, cake, taart yang dibuat dari susu penuh (full-cream), keju, kuning telur, mentega, kelapa, dan lemak jenuh lain misalnya permen coklat . Semua daging yang berlemak seperti babi, domba, kornet, sosis, udang, kerang, jeroan, jantung, otak, hati, ginjal, susu penuh (full-cream), keju, es krim Minyak kelapa, kelapa, santan kental, lemak hewan, margarin.
Yang harus dibatasi adalah:
Daging sapi dan ayam tanpa lemak, Lidah. Asupan kolesterol harus di bawah 300 mg / hari; dengan asupan serat (sayur dan buah) lebih dari 30 gram / hari.
 Bila anda memiliki nila trigliserida tinggi, sedangkan kolesterol normal atau tinggi ; maka anda harus menghindari:
Kue-kue, cake, taart yang dibuat dari susu penuh (full-cream), keju, mentega, kelapa, minyak kelapa dan minyak jenuh lain, keripik singkong, keripik kentang, permen, selai, gula, dan madu Semua daging berlemak, ham, sosis, kornet, kulit ayam, keju, jeroan, otak, udang, kerang-kerangan, susu penuh (full-cream), es krim Minyak kelapa, kelapa, santan, lemak babi, margarin.
Yang harus dibatasi adalah:
Beras, roti, jagung, tepung-tepungan (terigu, tepung beras, maezena, hunkwee), mie, bihun, kentang, spagheti, makaroni; Kuning telur maksimum 3 butir / minggu. Asupan kolesterol diatur maksimum 300 – 500 mg / hari; dan asupan serat (sayur dan buah) ditingkatkan lebih dari 30 gram sehari.


Cara agar lemak jahat dalam darah kita tidak meningkat dan sebaliknya lemak baiknya tidak menurun yakni
1. Karena kolesterol dan lemak merupakan aktor utama dalam kasus ini maka kita harus membatasi asupan zat tersebut dari makanan kita.
2. Karena kolesterol hanya terdapat pada sumber hewani maka kita harus membatasi makanan dari sumber hewani terutama yang tinggi kolesterol
3. Kolesterol juga diproduksi dalam tubuh kita dan dalam jumlah besar dikeluarkan ke dalam usus sebagai komponen getah empedu. Kolesterol dalam getah empedu yang dikeluarkan ke usus akan diserap kembali kedalam darah dan dibawa ke hati. Oleh karena itu proses penyerapan ini harus dihambat agar tidak berlebihan. Penelitian Anderson dari Kentucky Medical scool menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat dapat menghambat proses penyerapan kolesterol dalam usus. Maka makanan kita harus cukup serat, gitu mas.
4. Karena dislipidemia juga merupakan akibat dari gaya hidup sedentary yaitu pola hidup yang kurang aktivitas maka untuk mencegah/menanggulanginya diperlukan olah raga, khususnya yang meningkatkan endurance. Bukan olah raga yang kompetitif seperti sepak bola, badminton, tennis dsb. Tapi olah raga yang dibutuhkan adalah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :
o Dilakukan secara kontinyu, teratur. Jadikan olah raga ini sebagai bagian dari gaya hidup
o Frekuensi 3 – 4 kali/minggu.
o Durasi 30 – 45 menit.
o Intensitas minimal. Dengan kata lain olahraga harus menghasilkan keringat tanpa terengah-engah serta tidak menimbulkan perasaan lelah.
Contoh olah raga : renang atau bersepeda pelan-pelan, Treadmil atau jogging, dan senam.
5. Karena dislipidemia juga dipengaruhi oleh stress, maka hindarkan diri anda dari stress. Stress memicu adrenalin yang dapat meningkatkatkan kadar gula darah, kolesterol dan tekanan darah.

Indikasi Pemberian Diet
1. Makanan yang tinggi kolesterol harus dihindari, seperti otak, jerohan, daging merah yang berlemak dan kuning telur. Ayam masih boleh digunakan, tapi sebaiknya hindari bagian kulit , jerohan, leher, kepala, kaki dan sayap., karena kandungan lemaknya cukup tinggi. Sebaiknya perbanyak penggunaan ikan (terutama ikan laut) dan bahan pangan nabati seperti tempe, tahu, kacang-kacangan dan hasil olahannya.
2. bagi penderita dislipidemia sebaiknya menggunakan susu rendah lemak atau non fat.
3. kurang konsumsi udang , cumi kepiting dan kerang. Bila makan udang, makan bersama kulitnya lebih dianjurkan. Karena chitosan dalam kulit dalam kulit udang merupakan bahan anti kolesterol.
4. biasakan memasak dengan menumis, merebus, menanak, memepes dan memanggang. Batasi penggunaan minyak, santan, margarin, mentega. Gunakan minyak jagung, minyak kedelai, minyak zaitun , minyak kacang maupun minyak biji matahari. Tetapi hindarkan pemasakan dengan panas tinggi, karena akan menghasil asam lemak trans yang juga berbahaya untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. (baca juga bahaya asam lemak trans)
5. Kurangi karbohidrat sederhana seperti gula, madu, dan makanan manis lainnya seperti kecap, abon, dendeng, coklat, dodol dsb. penggunaan gula dan makanan manis lainnya akan meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.
6. Perbanyak makan sayuran dan buah, terutama dengan kandungan serat larut air tingggi seperti labu siam, terong, oyong/gambas, lobak, melon, semangka, pepaya, belimbing, jambu, pisang, apel, pir dsb. Hindari buah yang banyak menghasilkan gas seperti duren, nangka, nanas.
7. Hindari minuman dan makanan yang beralkohol seperti minuman keras dan tape.
8. Berhenti merokok.






KESIMPULAN
Dislipidemia adalah gangguan kesehatan akibat kelainan lemak dalam darah. Keadaan ini bisa menimbulkan timbunan kolesterol (plak) pada dinding pembuluh darah yang disebut ateroma. Ateroma menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang dinamakan aterosklerosis. Kalau penyempitan ini terjadi di pembuluh darah jantung akan menyebabkan jantung koroner, bila terjadi di ginjal akan menyebabkan gagal ginjal dan bila terjadi di otak akan menyebabkan stroke. HDL kolesterol disebut lemak yang baik karena jenis ini berperan mengangkut kolesterol yang tercecer pada dinding pembuluh darah dan dibawa kembali ke hati. Dengan kata lain HDL kolesterol mencegah terjadinya aterosklerosis sehingga tidak terjadi penyakit jantung koroner.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar